Sebelumnya, saya memang sering mengalami sakit perut parah ketika menstruasi. Saya lalu memakan obat tersebut, yang berupa pil, tidak terlalu besar, sekitar 1 cm kurang. Rasanya juga tidak pahit. Dengan bantuan Google Translate, kami menerjemahkan keterangan pada kotak obat tersebut. Ternyata, bahan utama obat tersebut adalah goji berry (terjemahan ke bahasa Inggris adalah wolfberry) atau juga dikenal sebagai kismis Cina. Bagi saya dan mama waktu itu, goji berry masih asing, jarang terdengar. Setelah mencari tahu sana – sini, ternyata goji berry sudah terkenal karena khasiatnya, misalnya sebagai antioksidan, mencegah penuaan, dan mencerahkan kulit. Sebagai referensi, saya membaca di artikel berikut ini. Goji berry juga termasuk superfood, jadi aman dikonsumsi sering – sering. Tapi tetap saja jangan berlebihan ya, karena segala yang berlebihan malah jadi bahaya.

Sekarang, saya rutin mengkonsumsi goji berry, terutama ketika menstruasi. Biasanya kami (saya dan mama juga adik saya yang kebetulan perempuan semua) mengkonsumsi goji berry kering yang banyak dijual di supermarket atau toko obat herbal. Bentuknya memang seperti kismis, tapi tidak tebal isinya dan tidak begitu manis. Jadi, kami konsumsi dengan beberapa media, misalnya minuman madu hangat ditambahkan beberapa goji berry, atau masukan goji berry ke dalam sop. Ketika kena air, bentuk goji berry yang kisut menjadi mengembang dan berwarna lebih muda. 

Selain goji berry, ada beberapa cara lain untuk mengatasi sakit saat menstruasi. Pertama, hindari makanan dingin. Saya benar – benar menaati saran dokter, yaitu pantang makan es krim. Berat memang, apalagi banyak godaan bagi saya penggemar es krim. Tapi, saya lebih takut kena kista >.< Jadilah setahun penuh saya tidak makan es krim sama sekali! Setelah lepas setahun itu, saya kembali “berani” makan es krim, hanya saja setiap sedang menstruasi saya tidak makan. Selain es krim, sebaiknya juga tidak makan atau minum yang dingin – dingin. Sebenarnya minuman dingin tidak mempengaruhi siklus menstruasi secara langsung, tapi minuman dingin bisa membuat perut jadi dingin dan tidak nyaman. Efeknya mungkin akan terjadi berbeda – beda tergantung kondisi tubuh orang masing – masing.

Kedua, hindari minuman bersoda, kalau perlu stop minum minuman bersoda. Mitos atau bukan, katanya minuman bersoda bisa mengganggu hormon kita dan memicu keluar darah lebih banyak saat menstruasi. Dulu, saya justru minum minuman bersoda yang banyak supaya menstruasi lebih awal. Saya pikir, kalau keluar lebih banyak menstruasi cepat selesai. Ternyata, hal itu terjadi karena hormon kita terganggu, seperti dijelaskan di dalam sebuah artikel yang saya baca di internet. Yang pasti, saat berhenti minum minuman bersoda terutama saat menstruasi, saya benar – benar ‘kehilangan’ rasa sakit itu. 

Ketiga, kurangi minum teh. Awalnya karena sakit tak tertahankan dan jadi sulit makan karena perut tidak enak, saya sarapan dengan teh kalau sedang menstruasi. Tapi, ternyata hal itu justru kurang baik. Lagi – lagi melalui artikel yang saya baca, saya mengetahui kalau teh menghambat penyerapan zat besi. Jadi kurang baik untuk perempuan yang sedang kehilangan banyak darah kalau sedang haid.
Keempat, yang menurut saya paling ampuh dari semuanya, adalah minum jahe. Eit, minumnya jangan saat sedang masa menstruasi, tapi setelah mau selesai atau sudah selesai. Kira – kira hari keempat dari mulai menstruasi. Jahe ini bermanfaat untuk membersihkan luruhan yang ada di rahim sehingga tidak meninggalkan gumpalan. Karena, gumpalan itulah yang berisiko jadi kista atau bahkan tumor di rahim. Saya juga bersaksi, memang kalau disiplin minum jahe setiap selesai menstruasi, ketika akan menstruasi di bulan berikutnya, tidak terasa sakit. Jahe yang dikonsumsi sebaiknya jahe merah, dan bukan yang instan ya, soalnya biasa yang instan sudah ada pengawetnya. Nah, baiknya lagi kalau minum jahe dengan goji berry tadi, atau angco. Apa sih angco itu? Kalau makanan yang satu ini, disebutnya kurma Cina. Untuk khasiat lebih detailnya, saya menganjurkan baca artikel ini. Angco enak dimakan dengan air jahe, dicampur dengan makanan lain seperti sup, atau makan langsung juga boleh, tapi tidak boleh terlalu banyak. Karena sekali lagi, semua yang berlebihan malah jadi bahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *